TRENDING
Tampilkan postingan dengan label Cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cinta. Tampilkan semua postingan

Kamis, 30 Mei 2013

Terapi Galau Rindu

Alhamdulillah, akhirnya saya dapat berbagi informasi kembali sobat. Di pagi yang cerah ini saya menyempatkan untuk memberi postingan bagi kalian yang merasa galau karena LDR (Long Distance Relationship) atau lebih enak di bilang Pacaran Jarak Jauh (jauhnya seberapa ? tanya eyang subur aja). Saya juga minta do'anya sobat, karena minggu ini saya sedang menghadapi ujian kenaikan kelas (nakal, bukannya belajar malah update blog :) , sedikit curhat tak apalah )
 
Terapi Galau Karena LDR


                 Jatuh cinta berjuta rasanya. (Pahit, getir, manis, asam kali ?) makan jadi nggak enak, tidur pun nggak nyeyak. Kerinduan makin memuncak dan pengennya selalu bersama dan berdua.

        Nggak terbayang deh gimana rasanya hati ketika virus merah jambu hampir dan bersemayam di hati. Yang pastinya hati akan di tawan oleh makhluk yang bernama cinta. Dan menjadi kewajaran dan hak normal, sebagai manusia kita nggak akan pernah lepas dengan yang namanya cinta. kita juga tahu kalau cinta sendiri tidak akan menyisahkan kecuali buah kerinduan terhadap orang di cinta.
             Pacaran jelas nggak mungkin karena nggak halal menurut agama. Nikah ? sepertinya juga kecil kemungkinan bagi kita yang masih remaja untuk melangkah ke jenjang pernikahan. Akhirnya alternatif hubungan pun di jalani. Facebook, Inbox, Chating dan telepon jadi pilihan. Inilah yang kerap menimpa kaum muda kita, tak terkecuali aktifis dakwah. Biar nggak dikira pacaran, "hubungan rahasia lewat sms dan chating bahkan telepon di bina. Tapi benarkah ? Tentu jawabannya tidak.
          Terus bagaimana solusi terbaik untuk kita yang berusia remaja dan baru masa-masanya mengenal cinta ? Akankah rasa cinta kita disalurkan di jalur yang nggak halal ? Silahkan ikuti solusi terbaik berikut ini !
   1.    Nikah solusi utama.
          Ternyata rasa cinta memang sudah ada sejak dulu kala dan Rasulullah saw pun telah memberikan solusi bagi kita yang jatuh cinta dengan segera menikah
                “Wahai para pemuda, barangsiapa yang memiliki kemampuan, maka menikahlah. Karena itu akan lebih menundukkan pandangan dan leih menjaga kemaluan.Barangsiapa yang belum mampu, maka berpuasalah karena puasa itu bagai obat pengekang baginya.”
                Maksud dari mampu menurut para ulama adalah berjima’(berhubungan badan) dan mampu memberikan nafkah. Walhasil, kamu yang sudah memiliki dua kemampuan ini jangan ragu untuk segera menikah. Tapi kalau kamu belum mampu, banyak melakukan berpuasa menjadi cara handal dari rasa cinta dan rindu yang terpendam.
   2.    Ikhlas Ibadah
                Sungguh, ketika hati telah merasakan manisnya ibadah kepada Allah dan ikhlas kepada-Nya, pastinya ia tidak akan menjumpai hal-hal lain yang lebih mani, lebih indah, lebih nikmat serta lebih baik daripada Allah. Manusia tidak akan meninggalkan sesuatu yang di cintainya, melainkan setelah memperoleh kekasih lain yang lebih dicintainya. Atau karena adanya sesuatu yang membahayakannya.
                Yap, ketika kita sudah merasakan kenikmatan ibadah dan cinta kepada Allah, niscaya kita nggak akan berpaling kepada sesuatu yang lebih rendah darinya. Dan sebaliknya hati yang nggak ikhlas akan selalu gamang dan didera gelombang nafsu, keinginan, tntutan serta cinta yang memabukkan.
   3.    Jaga Mata
                Mata adalah pintu gerbang. Mata dan pandangan menjadi sebab terbesar seseorang terperangkap cinta yang pada akhirnya akan melahirkan kerinduan di dalam hati terhadap dicinta. Karenanya, Rasulullah memerintahkan kita untuk menundukkan pandangan agar hati tetap terjaga.
                “Aku bertanya kepada Rasulullah tentang pandangan yang Cuma selintas (tidak sengaja). Kemudian Rasulullah memerintahkan kepadaku agar aku segera memalingkan pandanganku.” (HR. Muslim)
              Terus apa maksud dari menahan pandangan disini ? Menahan pandangan disini artinya menundukkan pandangan dari hal-hal yang diharamkan oleh Allah. Selain itu ada manfaat luar biasa yang dihasilkan dari menjaga pandangan kita;
1.       Merasakan manis dan lezatnya iman.
2.       Akan member cahaya pada hati dan memilih firasat yang bagus.
3.       Hati menjadi lebih kuat.

  4.    Isi waktu, Persibuk diri
                Sibuk disini maksudnya adalah sibuk dalam kebaikan. Agar tidak banyak waktu kosong yang memungkinkan hati memikirkan orang yang dicinta, aktifitas yang padat plus manfaat bias membantu meredamnya. Belajar agama, membaca Al Qur’an dan memahaminya, banyak berdzikir serta olahraga sebagai contohnya. Karena jia kita tidak sibuk dengan hal yang bermanfaat maka otomatis kita akan terkalahkan dan tersibukkan dengan hal-hal yang sia-sia.
  5.    Lagu dan Sinetron, nggak deh.
              Lagu  dan sinetron serta film cinta bisa menjadi pemicu tertawannya hati pada orang yang di cinta. Karenanya, tutup dan buang segala hal yang menyebabkan hati kita menjadi kotor. Kita ganti dengan hal-hal yang bisa menghidupkan dalam hal yang positif fan diridhai oleh-Nya. So, jangan sungkan untuk mengucapkan selamat tinggal pada lagu dan film picisan.
  6.    Berdoa dan memohon
                Doa adalah tameng bagi kita. Doa adalah kebutuhan kita. Makannya, setip kali kita dalam kesulitan dan kesedihan, doa menjadi senjata ampuh untuk mengenyahkannya. Adakalanya dalam doa kita ada tiga kemungkinan yang kita dapatkan, seperti sabda Rasulullah :
                “Tidaklah seorang muslim memanjatkan do’a pada Allah selama tidak mengandung dosa dan memutuskan silaturahmi ( antar kerabat) melainkan Allah akan beri padanya tiga hal : Allah akan segera mengabulkan do’anya, Allah akan menyimpannya beginya di akhirat kelak, dan Allah akan menghindarkan darinya kejelkan yang semisal.” (Riwayat Ahmad dengan sanad yang bagus). 
                Termasuk dalam hal ini, ketika kita memohon dan memperbanyak disertai kesungguhan dalam berdoa agar dibebaskan dari penyakit rindu dan cinta yang menyiksa, Allah akan menghilangkannya, Insyaallah.
                Itulah sobat, beberapa kiat kita agar nggak lagi terjebak dalam tipuan cinta sekaligus menjadi terapi hati yang sedang galau dilanda rindu.

Source by Elfata Magz
               

Senin, 19 November 2012

Akhirnya ku temukan sosok dirimu

Cerpen :

Hangat matahari sore jatuh di halaman rumah. Sinarnya yang indah menambah kecantikan buga-bunga di taman. Tentu saja tak kusia-siakan pemandangan sore itu. Seperti biasa, aku dan ibu duduk berdua di teras rumah. Kebetulan rumah kami menghadap barat dan strategis untuk melihat matahari terbenam. 
            Ketika sedang asyik mengobrol dengan ibu, aku teringat kalau nanti malam aku punya acara dengan Zita. Zita adalah teman dekatku, malah pake banget deh dekatnya. Kami sudah berteman sejak kami masih di bangku Taman Kanak-Kanak atau yang terkenal dengan sebutan “TK”, hingga kini yaitu kelas 1 SMA. Kalau dihitung-hitung kami sudah kenal selama 10 tahunan.
            “Bu….Ibu, aku mau minta ijin boleh nggak ? “ tanyaku yang tiba-tiba memotong perbincangan kami.
            “Ijin apa Al, jangan bilang kalau kamu mau minta ijin ngambil duit ibu lho !”tebak ibu membuatku tertawa.
            “Hehe Ibu ini bisa aja !” jawabku tersenyum kecil.
            “Lalu ijin apa sayang ?”tanya ibu penasaran.
            “Gini lho Bu, nanti malam kan ada acara party di rumah temenku, aku diundang.” Jelasku pada
            “Malem to ndo ? memangnya kamu mau pergi sama siapa ?”tanya ibu dengan pandangan yang tajam setajam silet.
            “Ibu nggak perlu khawatir, aku kesananya sama Zita ko !”jawabku berusaha meyakinkan Ibu.
            “Owh sama Zita , ya tentu saja boleh !”jawab ibu dengan lega.
            Kalau sudah nyangkut Zita pokoknya beres deh, pasti ibu ngijinin. Ibuku sudah sangat percaya sama Zita, apalagi Zita anaknya baik.
            “Hore!!”gemuru hatiku bagai air terjun.
            Aku langsug masuk rumah dan mandi. Seperti biasa, kalau lagi mandi, aku pasti nyanyi. Rasanya nggak afdol kalau mandi nggak diiringi lagu merdu dari suaraku. Gini-gini aku pernah ikut KOOR  lho, ya walaupun hanya KOOR sewaktu upacara saja.
****
            “Persahabatan bagai kepompong, mengubah ulat menjadi kupu-kupu.”aku yang sedang berdandan bergegas meninggalkan kaca dan mengambil Hp.ku yang berbunyi.
            “Al, kamu udah siap kan ? Ayo berangkat !!
 Aku udah on the way nihh !” kata-kata itu muncul di Hp.ku.
“Okkeh !” balasku dengan Hp Blackberryku yang masih baru.
Kini aku sudah rapi, semuanya sudah lengkap, mulai dari tas sampai aksesoris, tak ketinggalan dompet.
“Ibu, Alya berangkat dulu yaa !”kataku dengan nada yang cukup gembira sambil mencium tangan ibuku tercinta.
“Ya hati-hati nak.”jawab ibu penuh kelembutan.
Kulangkahkan kakiku keluar rumah, kubuka pintu antik yang sudah cukup tua dengan perlahan.
“Hmm Zita mana yah ! Ko lama banget !”pikirku dalam hati sambil duduk santai di kursi goyang.
Kugerakkan ke depan dan ke belakang sampai kursi itu bergerak dengan sendirinya. Tak disangka kursi goyang itu mengantarkanku ke dunia khayal. Dunia yang tak asing bagiku. Di sana aku bermimpi sudah sampai di tempat party.
“Woww sungguh megah sekali party ini !”kataku.
“Semua orang yang ada di sini cantik dan ganteng semua.”lanjutku kagum.
Sambil tersenyum kecil, lamunanku terus mengalir bak air terjun yang mengalir. Begitu indah kejadian yang aku dapatkan dalam dunia khayal itu. Tapi, apa yang terjadi ! Tiba-tiba ketika aku sedang berjalan mendekati pria tampan yang memanggilku, ada sesosok misterius yang menepuk punggungku dari belakang.
“Oh tidak, pergi kau monster ! Jangan makan aku !”seruku dengan nada tinggi smpai-sampai kalau dipikir-pikir suaraku itu mengalahkan suara merdunya Gita Gutawa lho. Tai sayang, nggak ada yang mikir !
“Al,Alya ini aku Zita.”kita Zita
“Kamu nggak papa kan ?”lanjut Zita memastikan.
“Lho ko aku masih di rumah ? Tadi aku udah sampai di tempat partinya Mita !”perkataanku itu muncul dengan polosnya dari mulutku.
“Kamu tadi ngelamunin apa sih, dipanggilin ratusan kali malah diem aja !”jawab Zita sedikit kesal.
“Hehe maaf ya Ta,abisnya kamu lama banget sih !”jawabku seperti tak punya dosa.
“Ya udah capcuss yuh !kata Zita.
“Yuk, let’s go !”
****
            “Al, kamu udah bawa topeng ?”tanya Zita.
            “Topeng ? Buat apa ??”jawabku bingung.
            “Oh iya, kamu belum belum tau yah kalau partinya tuh pesta topeng !”kata Zita sambil membelokkan motornya kea rah toko.
            “Ya belum lah, dikasih tau juga nggak ! Gimana mau tau !!”jawabku sedikit kesal.
            “Udah donk cantik  jangan ngambek gitu, nanti cantiknya ilang lho ! Kita beli dulu yahh !” kata Zita mencoba merayuku.
            “Ya udah !”jawabku singkat.
****
            “Udah sampai Al, ayo turun !”seru Zita.
            “Ternyata party ini lebih indah dari lamunanku tadi. Hanya bedanya di sini semua orang memakai topeng, jadi wajah mereka tertutup, nggak tau deh yang ganteng yang mana.”gumam hatiku sambil tertawa.
            “Al,Ta, gabung ma temen yang lain gih !”sambut  Mita setelah kami mengucapkan selamat ulang tahun padanya.
            “Ya makasih Mitt !”jawabku dan Zita kompak.
****
            “Cek….cek…..”tiba-tiba suara itu terdengar dari atas panggung.
            “Ya buat teman-teman semua, acara selajutnya adalah dansa berpasangan.”katanya mengumumkan.
            “Hah apa ? dansa berpasangan ?”tanyaku heran.
            “Jadi begini acaranya, nanti setiap orang akan mendapatkan pasngan masing-masing dengan cara semuanya berbaris, lalu mata kalian akan kami tutup. Langkah kaki kalian akan mengantarkan kalian pada pasangan kalian masing-masing.”kata seseorang di atas panggung sana bak seorang instruktur handal.
            “Ya, apakah kalian sudah siap ?”lanjutnya.
            “Siap !!”jawab semua orang.
            Sekarang semua orang sudah berbaris, dan mata mereka akan ditutup.
            “Al, ngapain sih pake acara ginian segala ?”tanya Zita yang memang anti sama yang namanya cowo gara-gara dia pernah broken heart.
            “Hahaa ini justru kesempatan bagus Ta !”jawabku iseng.
            “Ya langsung saja, mata kalian sudah ditutup, silakan kalian berjalan, ikuti kata hati kalian !”kata orang di panggung sana.
****
            Suasana dalam ruangan ini semakin ramai, sekarang semua orang sudah berpasangan, begitupun aku.
            “Ayo buka penutup mata kalian !”kata sang instruktur.
            “Dag dig dug duerrrr !!”itulah detak jantungku saat ini, bagaikan bom yang siap meledak.
            Semua mata sudah terbuka, kini semua orang bertatap-tatapan dengan pasangan mereka masing-masing. Begitu pun aku. Aku hanya busa melihat kedua matanya yang sangat tajam menatapku. Ku coba memalingkan  pandanganku ke bawah.
            “Hey kau baik-baik saja ?”kata cowo misterius yang rasanya tak asing bagiku.
            “Oohh iya nggak papa ko.”jawabku memandangnya.
            “Namamu siapa ?”
            “Aku….aku Alya.”jawabku singkat, namun ragu.
            “Oh Alya, senang berkenalan denganmu, aku Ilham.”suaranya tedengar lembut dan bersahaja di telingaku.
            “Mmmm ternyata orangnya ramah juga !”bisik hatiku sambil tersenyum padanya.
            “Ayo kita dansa!”ajak Ilham.
            “Tapi, aku tidak bisa dansa.”jawabku ragu.
            “Nanti aku ajarin, tenang aja !”jawabnya tersenyum.
****
            “Akhirnya sampai rumah juga !”seruku.
            Ku letakan tas, sepatu, gelang, dan lainnya di tempat asalnya. Sekarang aku sudah siap tidur. Tapi ada satu hal yang masih aku pikirkan. Aku masih penasaran dengan sesosok lelaki yang menjadi pasangan dansaku. Walaupun aku baru bertemu dengannya, tapi perasaanku terus mengatakan bahwa dia tak asing bagiku.
            “Aduh,, aku jadi nggak bisa tidur nihh !!”sesalku.
            “Rrrrddd……rddddd……rdddddd”Hpku getar, ada sms masuk.
            “Met bobo yaa Alyaa,  semoga mimpi indah.”
            “Lho ini sms dari siapa ! Ko nggak ada namanya yah !”kataku bingung.
            “Ini siapa yah ?”balasku singkat.
            “Aku Ilham, yang tadi dansa sama kamu.”aku kaget melihat balasan sms darinya. Ternyata dia Ilham, aku baru sadar kalau tadi dia minta nomor Hpku.
            “Ohh kamu toh ,ya makasih ucapannya.”balasku.
            “Ya sama-sama J” balasnya.
            Aku langsung tidur, karena besok aku harus sekolah.
****
            Sudah satu minggu ini aku berhubungan dengan Ilham. Walaupun hanya lewat sms saja, tapi rasanya aku sudah kenal dia lama sekali. Perasaanku terus menerus berkata dia orang yang tak asing bagiku. Perasaan ini ku ceritakan pada sahabatku, Zita. Dia memberikan solusi, sebaiknya aku tanya langsung sama Ilhamnya. Itulah yang dikatakan Zita. Tapi, ada yang masih mengganjal di hatiku untuk menanyakannya pada Ilham, aku masih ragu.
            Tiba-tiba aku teringat mas lalu, masa sewaktu aku SD. Dulu, aku pernah punya teman namanya juga Ilham, tapi aku memanggilnya Iam. Dia anaknya cukup bandel, sering jail sama aku. Jadinya aku cukup benci juga sama dia. Tapi anehnya walaupun benci, aku tetap nyaman aja berteman sama dia. Sampai pada suatu hari dia pergi, pindah sekolah ke luar kota. Aku baru merasakan kehilangan dia, saat dia telah pergi jauh. Tlah ku coba menghubunginya, namun tak pernah ada kabar apapun. Hingga kini aku tak tau bagaimana keadaannya. Saat itu aku pernah merasa terpuruk, karena aku telah membencinya. Benci yang tumbuh saat itu perlahan-lahan tumbuh menjadi rasa rindu. Untung ada temenku Zita yang menghiburku dalam keterpurukan itu.
            “Al, ko baksonya nggak dimakan ?buat aku aja apa ?”tanya Zita yang sedang memakan bakso di kantin, saat ini memang sedang jam istirahat.
            “Apa Ta?”kataku bingung.
            “Itu baksomu nggak dimakan non? Kamu ngelamun apa sih ?”tanya Zita sambil menunjuk mangkok baksoku yang masih tertata rapi, belum diberi saus atau kecap sedikitpun.
            “iya ni Ta,, aku masih kepikiran sama cowo misterius itu. Aku ngerasa kenal banget sama dia. Tadi waktu aku ngelamunin dia malah aku jadi inget sama Ilham temen SD kita.”jelasku dengan mengaduk-aduk es teh di hadapanku.
            “Ohh iya kamu benar Al !”kata Zita penuh semangat.
            “Benar apanya ?Emangnya lagi tebak-tebakkan apa ?”tanyaku.
            “Iya benar, benar-benar salah maksudnya !”ledek Zita yang membuatku sedikit kesal.
            “Eh Al, bercanda kali ! Ni aku serius, bisa jadi si Ilham cowo misterius itu adalah Iam teman semasa SD kita.”lanjut Zita bak seorang detectif  professional.
            Otakku berputar dan terus berputar. Jangan-jangan benar yang dikatakan Zita kalau Ilham adalah Iam, orang yang selama ini aku cari.
            “Tett…….tetttttt……”bel masuk berbunyi.
            “Ayo Al, masuk kelas sekarang pelajarannya Bu Killer nanti kita diomelin!” kata Zita serius.
****
            Akhirnya kubulatkan tekad, kusatukan niat. Ku ambil Hp.ku, pencet tombol tengah masuk ke kontak lalu pilih Ilham.
            “Siang Ilham, aku mau nanya nih !
              Nama lengkapmu sih siapa ?” lalu kirim.
            “Namaku Ilham Maulana,kenapa ?’jawabnya.
            Aku terkaget-kaget melihat sms itu.
            “Apa??Ilham Maulan ?itu nama lengkapnya Iam.”bisikku.
            Tanpa berpikir lama, aku memutuskan untuk mengajak Ilham ketemuan.
            “Ilham, datang ke café Cahaya yaa !
              Penting !!!!!!”
            Aku langsung ganti baju, kuambil tasku lalu langsung tancap gas ke café. ****
            Ternyata Ilham sms aku kalu dia udah sampai, tapi aku sempat bingung mencarinya, karena bertemu di pesta kami sama-sama memakai topeng. Ku langkahkan kakiku menuruti hati nuraniku. Tiba-tiba ku melihat wajah seseorang yang sudah lama hilang dari hidupku.
            “Iammm……”panggilku panjang.
            “Anda siapa ?Ko tau nama panggilan saya sewaktu kecil ?”tanyanya.
            “Ini aku Alya,Alya Fitria Rahma,temen SDmu, apakah kau ingat ?”kataku dengan mata yang berkaca-kaca,terharu.
            “Alya,, benarkah kau Alya ?”tanya Ilham dengan ragu.
            “Iya ini aku.”jawabku tak kuat menahan air mata yang akan menetes.
            Kami berdua pun duduk berdua. Ingin rasanya aku memeluknya untuk menghilangkan rasa rinduku,tapi ku ingat sesuatu. Dia bukan muhrimku. Setelah berbicara lama, ternyata benar kalau dia adalah si cowo misterius yang berdansa denganku. Dulu aku memang sempat membenci Iam, tapi sepertinya rasa itu mulai tumbuh menjadi cinta. Aduh,, BBC ! Benci bilang cinta ! ingin rasanya ku meneterwakan perasaanku sendiri. Ya Allah, apakah benar aku telah jatuh cinta padanya ? Terima kasih Ya Allah telah mempertemukan kami lagi. Akhirnya kini hidupku bertambah berwarna dengan kehadirannya.

source 

Selasa, 12 Juni 2012

Mencintai Tanpa Dicintai


Semua berawal dari pertama aku melihatnya saat dia bersama Bayu kekasih sahabatku, waktu itu aku bersama sahabatku Gita sedang berada di depan rumahnya Bayu. sebenarnya aku hanya bertujuan mengantarkan Gita ke rumahnya Bayu untuk menyelesaikan masalah yang membuat hubungan mereka sampai berantakan. tapi pada saat aku bercanda-canda dengan Bayu, dan Gita aku bertanya pada mereka siapa nama cowok yang nganterin Bayu pulang tadi ternyata namanya Najib. sejak itu aku selalu membayangkan dan terus memikirkanya, tak peduli pagi,siang dan malam aku selalu memikirkanya.
Ketika aku bertemu Gita di sekolah aku bercerita tentang perasaanku saat itu,"Git, akhir-akhir ini aku seneng bangets. ngak tau kenapa aku kalu inget temenya Bayu yang namanya Najib itu hati aku seneng bagets rasanya...!!!!"
"Ooh....mungkin kamu sedang jatuh cinta sama Najib!! dy juga baik banget kok orangnya, udah gitu dy orangnya sabar bangets, kayaknya dy tipe cowk setia dech...pas bangets buat kamu...?!!"
"mungkin saja Git, tapi apa dya juga punya perasaan yang sama dengan perasaan yang aku rasakan saaat ini....?"
"jujur saja aku ngak tau...! kalu kamu benerant sayang and cinta sama dy buktikan cintamu...!!"
"maksudnya...?"
"kamu buktikan cinta kamu itu ke dy, misalnya kamu bilang ke dy kalau kamu cinta sama dy..."
"ichh ngak ach...aku takut, dy kan cowok harusnya dy yang bilang ke aku bukan aku yang bilang ke dy..."
"iya kalau dy suka sama kamu juga, kalau ngak.....??"

Sambil mengerutkan dahi aku berfikir dengan matang-matang yang di bicarakan Gita itu, tak lama kemudian aku melihatnya baru datang ke sekolah..aduhhh senangnya hatiku saat itu tak bisa aku utarakan dengan kata-kata...aku sangat senang sekali melihatnya, senyumnya yang manis dan kebaikan hatinya telah mengembalikan rasa cintaku yang lama terkubur di dalam hati kini bisa merasakan cinta yang luar biasa itu karena dy...

"Ooh No...dy ada di sana Gita apa yang harus aku lakukan...?"
"cepat itu keempatan yang bagus untuk kamu..."
"ngak achh aku takutt Git.."
"ngak apa-apa Naya...."
"iya dech aku akan buktkan cintaku ke dy..."

Dengan langkah kecil dan pelan aku menghampirinya tapi dy tidak berhenti terus berjalan tanpa melihatku yang ada di hadapannya itu, waktu itu rasanya tubuhku tak bisa di gerakkan karena aku sangat gugup hingga aku tak mampu memanggil namanya ketika dy melewatiku,"Naya....katanya kamu mau bilang ke Najib kalu kamu suka sama dy,!?"

"Git..Gitttaa....aku ngak bisa mengatakan perasaanku yang sesungguhnya padanya, aku ngak sanggup..."

"gimana dia mau tau perasaan kamu kalau kamu ngak bilang ke dy..?"
"aku pasrah Git, kalau emang dy jodohku pasty dy akan jadi milikku...."
"kamu ngak boleh gitu, apa salahnya kalu kamu berusaha dulu...."
"bener juga katamu Git, aku ngak akan nyerah untuk memperjuangkan cintaku padanya...Ok!!! kalau gitu ntar sore kamu ajak dy ke PU(perpustakaan Umum) aku akan bilang ke dy kalau aku sangat mencintainya...."

"Ok lachh aku nanti akan bantu kamu semoga saja dy bisa menemui kamu di PU..."
lalu aku dan Gita kembali ke kelas dan mengikuti pelajaran karena bel masuk sudah berbunyi. di tengah-tengah pelajaran aku tak memperhatikan sama sekali pelajaran yang di berikan ke pada guru, aku hanya mencoret-coret buku dan menulis-nulis sebuah puisi tentang isi hatiku tak terasa bel pulang sekolah berbunyi aku langsung buru-buru pulang dan bersiap-siap untuk ke PU untuk bertemu Najib..tapii hujan menhadangku jadi aku terpaksa harus menunda kepergianku, aku sempat kecewa karena Gita sms aku dy bilang kalau Najib tidak bisa karena rumahnya Hujan deras. aku sedih sekali mendengarnya, tapi aku kembali senang soalnya hujannya sudah reda dan Gita dan Najib bisa pergi ke PU, sampai disana aku menunggu Gita dan Najib, lumayan lama aku menunggunya tapi aku tak merasa capek karena aku sangat senang sekali, tak lama kemudian mereka datang aku senang sekali,"Hy.. lama bagets nyampeknya....?"

"nungguin Najib sama adiknya jadi agak lama,"
"Ooh..ngak apa-apa yang penting udha nyampek dengan selamat..."
"cepetan kamu jadi bilang ngak.."
"jadi donk..."
"ya udsh cepetan, aku akan ngajak adiknaya Najib supaya kamu bisa leluasa bicara sama Najib.."
"iya.."
Gita mengajak adiknya Najib bermain-main jauh dari aku dan Najib,Lalu Najib bertanya padaku mau bicara penting apa aku ke dy..dengan wajar malu dan gugup aku memaksakan diri untuk menjawabnya..."akuuuu...aakuu..., gimana kalau aku nembak kamu...kamu mau kan jadi pacarku..??!"

"kamu nembak aku..."
"iya...!!!"
"beneran kamu suka sama aku...??"
"iya...kenapa kamu ngak suka ya....?"
"bukan gitu, tapi aku suka sama anak lain dan itu bukan kamu, maaf aku bukan bermaksud menyakiti hatimu, tapi aku tidak bisa..."
"Oohh... ngak apa-apa kok aku tau itu....dan aku juga ngerti kok..."
"sekali lagi aku minta maaf...."
"iya ngak apa-apa...."

Tanpa aku sadari air mataku jatuh dengan sendirinya di pipiku dan aku berusaha untuk menahanya tapi air mata itu terus jatuh tak henti-hentinya aku berdiri dan berlari dan meninggalkan Najib yang sedang bersamaku tadi aku menangis karena hatiku rasanya seperti tercabik-cabik oleh benda tajam...Gita yang melihatku berlari dan menangis dy menghampiriku dan bertanya..."Naya kamu kenapa...?"

"aku ngak apa-apa hanya kelilipan saja kok..."
"kamu ngak usah bohong apa yang Najib katakan ke kamu sampai kamu menangis...?"
"dy ngak suka sama aku Git, dy suka sama orang lain yang mungkin lebih baek dari aku..hatiku sakit sekali Git..ternyata dy bukan untukku..."
"sabar Nay..mungkin nanti kamu akan menemukan cinta yang kamu mau..."
"aku akan bersabar Git, tapi aku tak tau apa aku masih bisa merasakan cinta lagi setelah hal ini terjadi..."

"kamu ngak boleh bilang gitu, mulai sekarang kamu harus buktikan pada dunia kalau kamu bisa melewati semua ujian dari Allah..."
aku mengangguk dan berjanji pada hatiku sendiri kalau aku akan tetap tegar meskipun sakit rasanya hatiku saat ini...dan akan aku buktikan kalau aku bisa melupakan Najib di hatiku meki hanya sekejap di hatiku dy sangat berartii sekalii


source

Jumat, 03 Februari 2012

Kaya' apa sich someone kita?


IRFAN'S BLOG Hai sobat blogger, bingung sama someone kamu? Memang kita-kita sering nanyain pada diri kita sendiri, sebenarnya bagaimana dan apa sich someone kita? Nah.. untuk mengetahuinya, bagaimana someone kita pastilah kita dapat mengetahui dan apa yang dia inginkan atas pemberian kita. Disini ada 5 kategori, yaitu : APABILA


  • 1.       Someone kamu menginginkan pamberian kamu berupa “barang buatan kamu sendiri”. Berarti nich: Someone kamu termasuk kategori orang kalem, yang mana ia lebih menyukai diri kamu apa adanya, dan apapun yang kamu lakukan dank au pasti akan dicurigai. Ia termasuk tipe orang yang rada-rada cemburuan dan rada-rada romantic juga. Dan pada dasarnya ia sering mengucapkan perkataan “terserah kamu dech” dengan ucapannya itu bukan berarti ia bosan atau apa sama kamu, tetapi ia mencoba untuk memancing ide-ide kamu yang belum diungkapkan. Dan atas perkataan yang kalian katakan nich, ia pasti akan menanyakan kembali tentang halhal tersebut. Karena ia ngerasa ada yang kamu sembunyikan dari dia. (NB: jangan kamu coba-coba ngibulin dia, sifatnya sensitif).
 
Back To Top