TRENDING
Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan

Kamis, 30 Mei 2013

Terapi Galau Rindu

Alhamdulillah, akhirnya saya dapat berbagi informasi kembali sobat. Di pagi yang cerah ini saya menyempatkan untuk memberi postingan bagi kalian yang merasa galau karena LDR (Long Distance Relationship) atau lebih enak di bilang Pacaran Jarak Jauh (jauhnya seberapa ? tanya eyang subur aja). Saya juga minta do'anya sobat, karena minggu ini saya sedang menghadapi ujian kenaikan kelas (nakal, bukannya belajar malah update blog :) , sedikit curhat tak apalah )
 
Terapi Galau Karena LDR


                 Jatuh cinta berjuta rasanya. (Pahit, getir, manis, asam kali ?) makan jadi nggak enak, tidur pun nggak nyeyak. Kerinduan makin memuncak dan pengennya selalu bersama dan berdua.

        Nggak terbayang deh gimana rasanya hati ketika virus merah jambu hampir dan bersemayam di hati. Yang pastinya hati akan di tawan oleh makhluk yang bernama cinta. Dan menjadi kewajaran dan hak normal, sebagai manusia kita nggak akan pernah lepas dengan yang namanya cinta. kita juga tahu kalau cinta sendiri tidak akan menyisahkan kecuali buah kerinduan terhadap orang di cinta.
             Pacaran jelas nggak mungkin karena nggak halal menurut agama. Nikah ? sepertinya juga kecil kemungkinan bagi kita yang masih remaja untuk melangkah ke jenjang pernikahan. Akhirnya alternatif hubungan pun di jalani. Facebook, Inbox, Chating dan telepon jadi pilihan. Inilah yang kerap menimpa kaum muda kita, tak terkecuali aktifis dakwah. Biar nggak dikira pacaran, "hubungan rahasia lewat sms dan chating bahkan telepon di bina. Tapi benarkah ? Tentu jawabannya tidak.
          Terus bagaimana solusi terbaik untuk kita yang berusia remaja dan baru masa-masanya mengenal cinta ? Akankah rasa cinta kita disalurkan di jalur yang nggak halal ? Silahkan ikuti solusi terbaik berikut ini !
   1.    Nikah solusi utama.
          Ternyata rasa cinta memang sudah ada sejak dulu kala dan Rasulullah saw pun telah memberikan solusi bagi kita yang jatuh cinta dengan segera menikah
                Wahai para pemuda, barangsiapa yang memiliki kemampuan, maka menikahlah. Karena itu akan lebih menundukkan pandangan dan leih menjaga kemaluan.Barangsiapa yang belum mampu, maka berpuasalah karena puasa itu bagai obat pengekang baginya.”
                Maksud dari mampu menurut para ulama adalah berjima’(berhubungan badan) dan mampu memberikan nafkah. Walhasil, kamu yang sudah memiliki dua kemampuan ini jangan ragu untuk segera menikah. Tapi kalau kamu belum mampu, banyak melakukan berpuasa menjadi cara handal dari rasa cinta dan rindu yang terpendam.
   2.    Ikhlas Ibadah
                Sungguh, ketika hati telah merasakan manisnya ibadah kepada Allah dan ikhlas kepada-Nya, pastinya ia tidak akan menjumpai hal-hal lain yang lebih mani, lebih indah, lebih nikmat serta lebih baik daripada Allah. Manusia tidak akan meninggalkan sesuatu yang di cintainya, melainkan setelah memperoleh kekasih lain yang lebih dicintainya. Atau karena adanya sesuatu yang membahayakannya.
                Yap, ketika kita sudah merasakan kenikmatan ibadah dan cinta kepada Allah, niscaya kita nggak akan berpaling kepada sesuatu yang lebih rendah darinya. Dan sebaliknya hati yang nggak ikhlas akan selalu gamang dan didera gelombang nafsu, keinginan, tntutan serta cinta yang memabukkan.
   3.    Jaga Mata
                Mata adalah pintu gerbang. Mata dan pandangan menjadi sebab terbesar seseorang terperangkap cinta yang pada akhirnya akan melahirkan kerinduan di dalam hati terhadap dicinta. Karenanya, Rasulullah memerintahkan kita untuk menundukkan pandangan agar hati tetap terjaga.
                “Aku bertanya kepada Rasulullah tentang pandangan yang Cuma selintas (tidak sengaja). Kemudian Rasulullah memerintahkan kepadaku agar aku segera memalingkan pandanganku.” (HR. Muslim)
              Terus apa maksud dari menahan pandangan disini ? Menahan pandangan disini artinya menundukkan pandangan dari hal-hal yang diharamkan oleh Allah. Selain itu ada manfaat luar biasa yang dihasilkan dari menjaga pandangan kita;
1.       Merasakan manis dan lezatnya iman.
2.       Akan member cahaya pada hati dan memilih firasat yang bagus.
3.       Hati menjadi lebih kuat.

  4.    Isi waktu, Persibuk diri
                Sibuk disini maksudnya adalah sibuk dalam kebaikan. Agar tidak banyak waktu kosong yang memungkinkan hati memikirkan orang yang dicinta, aktifitas yang padat plus manfaat bias membantu meredamnya. Belajar agama, membaca Al Qur’an dan memahaminya, banyak berdzikir serta olahraga sebagai contohnya. Karena jia kita tidak sibuk dengan hal yang bermanfaat maka otomatis kita akan terkalahkan dan tersibukkan dengan hal-hal yang sia-sia.
  5.    Lagu dan Sinetron, nggak deh.
              Lagu  dan sinetron serta film cinta bisa menjadi pemicu tertawannya hati pada orang yang di cinta. Karenanya, tutup dan buang segala hal yang menyebabkan hati kita menjadi kotor. Kita ganti dengan hal-hal yang bisa menghidupkan dalam hal yang positif fan diridhai oleh-Nya. So, jangan sungkan untuk mengucapkan selamat tinggal pada lagu dan film picisan.
  6.    Berdoa dan memohon
                Doa adalah tameng bagi kita. Doa adalah kebutuhan kita. Makannya, setip kali kita dalam kesulitan dan kesedihan, doa menjadi senjata ampuh untuk mengenyahkannya. Adakalanya dalam doa kita ada tiga kemungkinan yang kita dapatkan, seperti sabda Rasulullah :
                “Tidaklah seorang muslim memanjatkan do’a pada Allah selama tidak mengandung dosa dan memutuskan silaturahmi ( antar kerabat) melainkan Allah akan beri padanya tiga hal : Allah akan segera mengabulkan do’anya, Allah akan menyimpannya beginya di akhirat kelak, dan Allah akan menghindarkan darinya kejelkan yang semisal.” (Riwayat Ahmad dengan sanad yang bagus). 
                Termasuk dalam hal ini, ketika kita memohon dan memperbanyak disertai kesungguhan dalam berdoa agar dibebaskan dari penyakit rindu dan cinta yang menyiksa, Allah akan menghilangkannya, Insyaallah.
                Itulah sobat, beberapa kiat kita agar nggak lagi terjebak dalam tipuan cinta sekaligus menjadi terapi hati yang sedang galau dilanda rindu.

Source by Elfata Magz
               

Sabtu, 12 Januari 2013

Cerpen Islami : Surat Terakhir Buat Kakak

      
       Setelah libur membagikan postingan selama akhir tahun dan tahun baru,Alhamdulillah, akhirnya bisa berjumpa lagi di tahun baru 2013 ini, :). Di awal perjumpa'an ini, admin ingin membagikan sebuah cerpen Islami karya Siti Nur, semoga ceritanya dapat membawa hikmah bagi kita semua,, aamiin.


“boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui”

          Sejenak kumenghentikan bacaanku, begitu makna Al-Baqarah ayat 216 aku pernah mendengarnya, rupanya orang mengutipnya dari sini, sebagai pengobat saat kuharus mengakui satu hal yang membuatku membenci keadaan ini

Aku menutup Al-Qur’anku tanpa menyelesaikan sampai maqro, tanpa Shadaqallah untuk mengakhirinya. Rasanya lidahku tak bisa membaca kalam Illahi itu dengan benar, percuma tak ada lagi teguran saat aku salah melafalkan tajwid maupun makhraj. Semua tak lagi kudapat semenjak orang itu diam dan tak bergerak sama sekali.

Katanya aku terlalu dini untuk mengerti semua ini, usia 12 tahun terlalu kecil untuk memahami yang sedang terjadi. Orang dewasa mana yang mengerti perasaanku bahwa aku sangat takut.
“Mifa, udah ngajinya” aku menengadah setelah membenamkan wajahku di samping orang yang saat ini masih tetap istiqomah dengan tidur panjangnya, aku menatap wanita yang berdiri dekat tempat dudukku, lalu kembali menatap orang itu yang wajahnya terhalang oleh ETT yang menerobos tenggorokannya, padahal jika tak ada alat itu ia begitu tampan.
“makan dulu ya, Ayah nunggu di kantin, biar kakak bunda yang jaga” bujuknya sambil mengelus kepalaku yang terbalut kerudung biru tua, warna favorit kakak.
Aku mengangguk pelan dan meletakkan Al-Qur’anku di atas meja, berat kakiku meninggalkan ruangan itu, ruangan dingin yang seminggu ini menjadi rumah kedua kami.

                                                                              ***

Azam, begitulah orang memanggilnya, ia akan protes bila aku memanggilnya kazam, kak Azam, itulah maksudku.

Jika orang bercerita tentang pacarnya, ayah atau bundanya, maka aku ingin menceritakan tentang kakakku, kakak juara satu yang kumiliki, kakak terhebat yang kuteriakan namanya agar semua tau, tak ada yang kubanggakan selain dia.
“kehidupan ini seperti ikhfa, samar. Nikmat yang Allah limpahkan itu seperti Idzhar, jelas”
“jadi hukum nun mati bertemu fa itu apa? Ikhfa atau Idzhar?”
“huruf Ikhfa ada berapa, lima belas” kak Azam belum kasih tau semuanya
“kalau Idzhar, kakak udah kasih tau, kan, apa Fa termasuk di dalamnya?”
“tidak”
“nah, sekarang kau tentu tau jawabannya, satu lagi yang mesti dibiasakan, panggil kakak aja, ga usah pake nama ga sopan”

Baru setahun ini kak Azam mengajarku, yang saat itu aku baru menamatkan iqro enam, saat itu ia masih terlihat baik-baik saja meski tubuhnya terlihat semakin kurus, aku tak tau apa yang terjadi, setauku kak Azam pulang dari pesantren karena sudah selesai Tsanawiyyah dan akan melanjutkan ke Aliyyah di pesantren yang berbeda.

Awalnya aku mengiyakan, karena alasan cukup berlogika, namun hampir sebulan pasca tahun ajaran baru, kak Azam belum mengurusi pendaftaran ke Aliyyah manapun dan tak ada tanda akan kembali ke ponpes, aku mulai curiga, hingga akhirnya tau semua yang disembunyikan.
“emang Mifa gak ingin ya, kakak tetap dirumah?” tanyanya saat aku bertanya kenapa belum kembali kepesantren
“yee, tidak kak, malah Mifa seneng, kan kakak bisa ngajarin Mifa sampai khatam” jawabku sambil memperhatikan kak Azam yang sibuk dengan notebooknya
“Mifa tau ga siapa yang menghidupkan kita” tanyanya
“Allah..!” jawabku enteng
“kalau begitu, Allah juga yang mematikan kita, nah kalo urusan mati, mau kakak dulu atau Mifa dulu?”
Sejenak aku diam dan berfikir “yang tua dulu dong kak, haha” candaku
Kak Azam tertawa pelan “kalo benar kakak mati duluan, Mifa jangan nangis ya, kan Mifa sendiri yang minta, hehe!”
“yee pede, sayang tau air mata Mifa kalau hanya untuk nangisin kakak” celetukku, padahal aku begitu takut jauh darinya, jangankan untuk mati, waktu dia di pesantren saja, aku suka nangis sendiri ngangenin dia.

Tidak adakah kata yang lebih sederhana untuk mengganti nama penyakit kanker atau karsinoma nasofaring lebih tepatnya, sehingga musibah ini tak perlu seperti kisah novel atau sinetron, hingga tak membuatku berdiri di puncak ketakutan yang maha tinggi, tidak adakah pilihan lain, Yaa Allah..?

Bagiku kak Azam begitu istimewa, sehingga Engkau perintahkan sel-sel jahat itu bersarang di belakang rongga hidungnya, bahkan kini telah menyebar pada organ tubuh lainnya, dan dengan mudah Engkau mengambilnya dari sisi kami. Tidak adakah cara yang lebih halus untuk ia memenuhi panggilan-Mu Yaa Allah..?

Aku tak suka kakak ku melawan penyakit itu hingga ia menitikan air mata menahan sakit yang membabi buta ketika radioterapi menyebabkan beberapa komplikasi. Aku tidak suka wajah tampannya terenggut akibat pembengkakan pada leher hingga wajah, apalagi suara indahnya yang ikut terampas, suara indah yang hanya dia yang punya, yang mengantarnya menjadi Qori internasional 3 tahun lalu, suara indah yang kudengar ba’da magrib dan subuh di balik pintu itu.

Bagaimana bisa Yaa Allah, Kau buat orang sebaik dia menderita seperti itu bahkan masih bisa mengatakan apa yang ia terima adalah sesuatu yang baik.

“bagi orang-orang beriman, segala keadaan tetap akan menjadi kebaikan, Rasulullah bersabda seorang mukmin itu sungguh menakjubkan, karena setiap perkaranya itu menjadi baik baginya, jika ia mendapat kesenangan ia bersyukur dan itu baik baginya, jika ia tertimpa kesusahan ia bersabar dan itu baik baginya” katanya saat aku menangis di samping pembaringannya, suaranya yang pelan dan parau membuat tangisku semakin hebat
“katanya Allah itu maha adil, tapi kenapa Dia memberikan penyakit itu pada kakak, kakak kan rajin sholat, puasa sunnat dan rajin baca Al-Qur’an juga bahkan hampir hafal semuanya, kenapa gak orang jahat aja yang punya penyakit itu?”
“kakak juga rajin marahin kamu” ia tertawa pelan sambil mengelus rambutku yang tergerai, mata cekungnya yang mulai mengabur menatapku
“Mifa rela dimarahin terus, asal kakak tetap bersama Mifa”

Ia tersenyum merengkuhku hangat meski tubuhnya begitu dingin. “Allah sayang kakak, Mifa juga Bunda dan Ayah, Dia yang berkuasa atas hidup mati kita, terserah Dia mau apakan kita, tinggal kita menerima dengan ikhlas”

Ia sungguh dewasa, 3 tahun jauh dari Ayah Bunda membuatnya menjadi pribadi yang bijak, usianya 16 tahun tapi pemikirannya jauh dari anak-anak di atasnya.

“Mifa, kenapa makanannya dibiarkan begitu?” aku terhenyak menatap ayah yang sudah kembali dari sholat Isya, wajahnya mirip kak Azam, aku tau lelaki tua itu lebih takut kehilangan puteranya, tapi setidaknya ia sudah menghabiskan banyak waktu bersama kak Azam, sementara aku baru setahun bisa dekat dengannya, Ahh setidaknya Allah memberi kesempatan.
“Ayah tau ga, kenapa Mifa ga ingin ke pesantren seperti kak Azam” ayah diam menungguku menjawab sendiri pertanyaan itu.
“karena Mifa ingin selalu bersama ayah bunda, tapi kak Azam mengajarkan satu hal, semakin jauh jarak anak dan orang tua, semakin dekat batin keduanya, lulus SD nanti Mifa ingin ke pesantren, yah..!”
Ayah mencium puncak kepalaku, aku menangis dalam pelukannya.

                                                                                 ***

Aku, Ayah dan Bunda berdiri di samping kak Azam yang telah membuka mata, bahagia bukan buatan saat Bunda memberitahu bahwa kak Azam sudah sadar dari koma, ia tersenyum tipis padaku, ia sudah tak bisa bicara lagi penyakit itu telah merusak pita suaranya yang indah, yang dibanggakan semua orang saat suara itu menggemakan kalam-kalam Illahi.
“kok aneh ya, suara kak Azam indah?”
“karena nama kakak Azam, makanya suaranya sebening air zamzam, jadi jangan panggil kakak dengan nama jelek itu lagi..!” bangganya sambil melempar bantal ke arahku.
Aku cemberut “mentang-mentang udah terkenal, aku do’ain suaranya jadi jelek kayak bebek”
Tadinya aku hanya bercanda, tapi ternyata bagi Allah itu benar-benar do’a, aku sedih, menyesal seharusnya aku tidak bermain-main dengan lisanku.

“apa kak, kakak ingin bicara apa?” tanya bunda melihat bibir kak Azam bergerak kecil.
Kak Azam menatapku lalu melirik al-Qur’an di atas meja. Aku tau maksudnya, segera aku meraihnya dan duduk di kursi hati-hati ku buka surah al-Mulk, surah favorit kak Azam yang seminggu ini kucoba hafalkan, aku ingin seperti dia yang hafal surah-surah selain juz ‘amma.

Aku memulai, ayah diam menyimak, bunda mendekap kak Azam yang menatapku serius. Keadaan sunyi, hanya suaraku yang menjadi pengiring malam ini. Mengundang seseorang masuk dan makin banyak yang mengikuti, aku tak tau siapa itu, kehadirannya menghangatkan ruangan ini, mereka menyaksikan adegan mengharu biru ini.
“ma..hh.a..sih” ujarnya sangat pelan begitu aku selesai membaca kalam Allah itu. Aku perhatikan wajahnya diguyur keringat dingin bercampur debit darah yang deras meluncur dari dalam hidungnya, sederas air mataku yang tanpa kusadar sudah berlompatan dari kelopak mataku, napasnya memberat dan tubuhnya melemas, ia kembali tidur, tapi bukan untuk bangun kembali.

Ibu menangis ketika ayah mengucapkan “Innalillahi wainnailaihiroji’un” kalimat itu bagai hantaman batu-batu ababil, tapi air mata ini tak bisa mengubah ketentuan-Mu Yaa Allah, aku pernah bilang tidak akan menangis jika dia Engkau panggil, tapi aku tak bisa melakukan itu.

“tahukah kau, Mifa, saat kau baca kalam Illahi itu, para malaikat berjalan di belakang Izroil, membacakan doa buat kakakmu, menjemputnya menuju kebahagiaan yang sebenarnya, sungguh orang yang menganggap cobaan berat yang menimpa itu sesuatu yang baik, maka ia adalah sungguh-sungguh manusia terbaik”



Senin, 03 Desember 2012

Cara Hindari Sifat Sombong

Setelah sebelumnya membagi cerpen Akhirnya ku temukan sosok dirimu , kali ini admin ingin membagikan tips untuk menghindari sifat sombong. Selamat membaca dan jangan sungkan bersilaturahim dengan komentar di sini . Jangan lupa juga bagikan pada keluarga dan teman-teman yang lain via fasilitas share yang ada di sini ya. Jazakumulloh...






































Minggu, 01 Juli 2012

5 Game Yang Menghina Islam [+ video]


Setelah sebelumnya membagikan video rahasia Israel yang tidak di publikasikan , kali ini admin ingin membagikan informasi untuk Sahabat dengan Postingan yang berjudul  Game yang menghina Islam Selamat membaca dan jangan sungkan bersilaturahim dengan komentar di sini . Jangan lupa juga bagikan pada keluarga dan teman-teman yang lain via fasilitas share yang ada di sini ya. Jazakumulloh...


1.    Devil may cry 3

       Secara garis besar, game ini menceritakan seorang yang bertugas untuk menentang setan, dan caranya adalah dengan memasuki sarang setan yang terdiri dari 12 pintu. Pertama kali melihat pintunya, pasti kita merasa biasa saja, memang sekilas tidak ada yang aneh. namun setelah dibandingkan dengan gambar ka'bah, tahukah anda apa itu ? 

Gambar disamping adalah pintu ka'bah. Nah, pintu pada game ini dibuat persis menyerupai pintu ka'bah. Maksudnya apa? Tidak lain dan tidak bukan adalah dengan maksud menghina umat Islam, karena tanpa disadari kita telah menyembah sarang setan (Kabah). Sedangkan bagian yang dilingkari adalah lafaz Allah. 


2.    Clive barker undying

        Hampir sama dengan game yang sebelumnya, game ini juga mengisahkan perlawanan terhadap setan, dan letak penghinaanya adalah di saat memasuki istana setan. Terdapat lafadz Allah di dindingnya.Tulisan ini sepertinya bebunyi Innallah ghofuururrohim, hanya saja agak disamarkan. Mungkin biar nggak terlalu nampak jelas.

3.    Prince of Persia : the sands of  time

Game yang berlatar tempat di Persia atau sekarang yang merupakan kawasan Iran, Irak, Mesir ini secara keseluruhan memang bertemakan Islam. 

Seorang pangeran yang ceritanya membalas dendam ini memang dengan kasat mata tidak ada unsur penghinaanya terhadap Islam. Tapi setelah diselidiki, unsur penghinaanya adalah Anda bisa lihat pedangnya pangeran Dastan yang bertuliskan Arab yang artinya, “Sebarkanlah ajaranku walau satu ayat pun'' yang merupakan sabda Rasulullah SAW.
Lantas dimana unsur penghinaanya? Di dalam game ini pangeran membunuh siapa saja yang menghalanginya dan membunuh prajurit-prajurit Persia. 
Tahukah Anda bahwa prajurit Persia adalah Muslim. Secara tidak langsung game ini mengatakan bahwa ajaran Rasullulah yang disebarkan adalah ajaran membunuh dan mengatakan bahwa umat Islam adalah kaum barbar.

4.    Guitar hero 3 : Legend of rock'

       Penghinaan terhadap Islam tampak jelas dengan adanya lafaz Allah di lantai panggung dan diinjak-injak. Coba lihat latar belakang panggung yang merupakan setan semua. 

 





















5.    Resident evil 4

       Game ini diceritakan seorang yang bertugas mengemban misi menyelamatkan dunia dari ancaman zombie (mayat hidup). Unsur penghinaanya sebenarnya sudah ada sejak pertama kali main, tapi yang sangat jelas pada saat Leon memasuki sarang Zombie. 

 











         Pintu tersebut terdapat simbol Iluminati dan pintu tersebut dibuat persis dengan pintu Omar Bin Khattab, Masjid Nabawi.  Gambar kaligrafi dari pintu Omar bin Khattab dibuat sama persis tanpa diubah. Tulisan Kaligrafi yang Berlafadz Nabi Muhammad dan di tindih dengan lambang iluminati. Jadi maksud dari penghinaan ini adalah kita semua umat Islam pengikut Nabi Muhammad SAW digambarkan ibarat zombie yang wajib dimusnahkan dari muka bumi.


     

 Educational game :
       kalau kita nggak mau terjajah oleh game terus mesti gimana ? Kalau mau berhenti susah karena sudah kecanduan game ? memangnya nggak boleh main game ? Pada asalnya boleh saja, asalkan game yang kita mainkan itu bermanfaat bagi kita.
      Namun perlu di ingat, kita adalah seorang muslim.  dan muslim yang baik akan tampak ketika dia meningglalkan sesuatu yang tak berguna, seperti sabda Nabi Muhammad SAw. Makin kita meninggalkan sesuatu yang nggak berguna maka makin baik keislaman kita. Itulah prinsip yang mesti kita miliki.
      Meski nge-game bisa di bilang mubah alias boleh dengan persyaratan khusus,--bukan asal boleh saja--. kita nggak boleh melakukannya berlebihan karena akan berubah menjadi haram. terakhir yang mesti diingat sobat, ketika nge-gmae jangan sampai melalaikan kita untuk meninggalkan kewajiban agama, melalaikan kewajiban diri sendiri. Masih banyak aktifitas yang berguna dari sekedar nge-game. So, lakukan kegiatan yang bermanfaat daripada cuma sekedar nge-game.


------ Sobat bisa liat untuk versi videonya  ---------




    Minggu, 27 November 2011

    7 Masjid di Negara-negara Non-Muslim

    Masjid adlah rumah Allah untuk kita sebagai tempat bagi kita menjalankan rukun islam yang ke2 yaitu sholat. Ternyata ada juga masjid yang negaranya mayoritas non-muslim...

    1. Mesjid Kobe, Jepang

    Masjid Kobe juga dikenal sebagai Masjid Muslim Kobe, didirikan pada bulan Oktober 1935 di Kobe dan merupakan masjid pertama di Jepang. Pembangunannya didanai oleh sumbangan dari Komite Islam Kobe dan dimulai sejak tahun 1928 hingga dibuka pada tahun 1935. Masjid ini sempat ditutup oleh Angkatan Laut Kekaisaran Jepang pada tahun 1943, tetapi sekarang sudah aktif dipakai kembali sebagai masjid. Karena memiliki ruang bawah tanah dan struktur bangunan yang kuat, masjid ini selamat dari bencana gempa bumi besar Hanshin pada tahun 1995.


     Masjid ini terletak di distrik Kitano di Kobe. Arsitekturnya dibangun dalam gaya Turki tradisional oleh arsitek Ceko Jan Josef Švagr (1885-1969), seorang arsitek yang juga membangun sejumlah bangunan peribadatan Barat di seluruh Jepang.



    Minggu, 06 November 2011

    10 Penemuan Muslim Yang Menginspirasi Dunia Modern


     1.Mesin terbang



    http://i.cdn.turner.com/cnn/2010/WORLD/meast/01/29/muslim.inventions/flyingman.story.inventions.jpg Abbas ibn Firnas adalah orang pertama yang membuat upaya nyata untuk membangun sebuah mesin terbang dan terbang. Ribuan tahun sebelum Wright bersaudara terbang dan sekalipun Leonardo Da Vinci yang mendesain mesin terbangnya.
    Pada abad ke-9 ia merancang alat bersayap, kasar menyerupai kostum burung. Dalam percobaan yang paling terkenal dari atas menara masjid Agung Cordoba di Spanyol, di tahun 852 Firnas berharap terbang seperti burung. Tetapi ia menukik ke bawah dengan sedikit cidera di punggung karena dengan mantel yang bersifat sebagai parasut pertama ia sediakan untuk melindunginya.
    Pada 875, usia 70 tahun, setelah Abbas ibn Firnas menyempurnakan sebuah mesin dari sutera dan bulu elang, dia mencoba lagi, melompat dari sebuah gunung. Dia terbang ke ketinggian yang signifikan dan tetap tinggi selama sepuluh menit, tetapi jatuh saat mendarat dengan benar, bahwa ternyata ia tidak diberi perangkat ekor sehingga akan memperlambat saat mendarat. Bandara internasional Baghdad dan sebuah kawah di Bulan diberi nama Abbas ibn Firnas. 
     
    Back To Top