TRENDING

Jumat, 03 Februari 2012

Tips pembuatan scenario film pendek


IRFANS BLOG. bisa dibilang ini kelanjutan dari postingan ku sebelumnya yaitu workshop trik penulisan film pendek di umsida , ini saya dapat dari pelatihan workshop trik penulisan film pendek di Universitas muhammadiyah sidoarjo bersama Dwi Priyo Haryanto

Film adalah media multidimensi yang menembus ruang dan waktu. Lewat film, kita bisa menyampaiakan banyak hal, tentang warna-warni problem kehidupan, soal impian manusia, soal budaya yang tergerus dinamika jaman, human interes berupa kritik social, maupun profil manusia lewat karakter yang dimainkan oleh pemain yang terlibat dalam produksi film, bisa mempengaruhi penonton bahkan tidak sedikit orang yang terinspirasi setelah melihat sebuah film, tanpa mengenal batasan waktu.
                Fim adalah media visual dan verbal, ada 3 tahapan pembuatan film, yaitu Pra Produksi yang meliputi research cerita, penulisan naskah / scenario, Produksi  yang meliputi shooting (pengambilan gambar) dan Pasca Produksi, yang meliputi proses editing (penggabungan gambar)  pengisian ilustrasi music dsb. Masing-masing tahapan dalam pembuatan film punya tugas yang sama, yaitu bagaimana cerita dan pesan dalam film tsb sampai pada penonton.
                Skenario adalah “blueprint” sebuah film. Banyak kasus terjadi, sebuah film bagus dari sisi “ide cerita”, namun lemah dalam penulisan scenario. Karena itu perlu dipahami teknis penulisan scenario, agar “ide cerita” yang menarik bisa menghasilkan film yang optimal.
                Tidak ada kata “sulit” dalam penulisan scenario selama kita memahami dan mengerti Proses Kreatifnya.
                                3 ELEMEN PENYUSUN SKENARIO
1.       IDE CERITA
Ide cerita adalah step awal penulisan sebuah scenario.
2.       SINOPSIS
Siopsis adalah sebuah ringkasan cerita.
3.       SCENEPLOT / TREATMENT
Sceneplot / treatment adalah penjabaran cerita dalam bentuk scene.
Ide cerita
Ide cerita dapt diperoleh dari :
1.       Pengalaman pribadi penulis
Paling mudah adalah dari pengalaman pribadi, karena pengalaman pribadi merupakan hal yang kita kuasai. Apakah pengalaman langsung atau pengalaman dari melihat dan mendengar peristiwa dalam kehidupan sehari-hari.
2.       Imajinasi penulis
Ide cerita bisa juga dating dari imajinasi penulis, tentunya imajinasi ini berdasarkan juga dengan pengalaman penulis.
3.       Literatur lain / adaptasi
Ide cerita bisa juga dari cerpen, novel, atau film lain. Ide semacam ini biasanya disebut adaptasi.
Tema cerita
Tema cerita adalah pokok-pokok pikiran atau masalah yang akan dipaparkan dalam cerita. Atau pesan-pesan yang akan disampaikan penulis kepada penonton. Tema cerita tidak perlu panjang, cukup dalam satu atau dua kalimat.
                                Konsep cerita     
Agar konsep cerita yang dibuat memenuhi standarisasi, dapat diciptakan dengan bantuan :
1.       Konsep harus dibuat unik dan terfokus. Konsep dapat di diskripsikan dalam satu dua klimat.
2.       Konsep adalah keseluruhan permasalahan yang ada pada cerita tersebut.
3.       Keseluruhan cerita harus jelas dan berlogika.
4.       Karakter dari tokoh harus dimotivasi secara kuat dalam kaitannya dengan penonton.
5.       Dibuat dalam karakter-karakter dan konflik-konflik situasional dengan tujuan mempertajam cerita.

Penulisan scenario
Dalam penulisan scenario harus diciptakan :
1.       Ada seorang hero atau tokoh utama yang sifatnya menarik simpati . tokoh ini harus sering dimunculkan selama film berlangsung. Tokoh semacam ini disebut Protagonis.
2.       Penonton harus diarahkan agar jatuh simpati kepada tokoh utama. Bahkan seolah-olah dirinyalah yang ada dalam tokoh utama tsb.
3.       Tokoh utama harus mempunya motivasi yang kuat.
4.       Dalam mencapai tujuannya, tokoh utama mendapatkan perlawanan dari tokoh lain (antagonis).
5.       Tokoh utama, harus memiliki keberanian untuk melawan hambatan-hambatan dari tokoh antagonis.


Pola tiga babak
Babak pembukaan
Berisi perkenalan pada tokoh utama agar penonton bersimpati. Juga diperkenalkan tokoh antagonisnya, agar penonton tidak bersimpati atau bahkan membencinya. Pada akhir babak ini pada umumnya dimunculkan problema-problema yang memiliki resiko tinggi dan menyerang tokoh utama protagonist.
Babak tengah
Tokoh utama protagonis semakin banyak mendapat tekanan dari tokoh antagonis. Pengembangan tekanan atau problema terhadap tokoh utama harus dibikin menarik dan susah ditebak arah ceritanya. Tokoh utama meskipun mengalami proses yang krisis, tetapi tetap bersaha dan mampu mengatasinya.
Babak penutup
Babak penutup atau klimaksnya, sang tokoh utama protagonist berhasil mengatasi segala rintangannya. Ending cerita dapat dibuat dengan jelas atau dibuat secara terbuka, artinya penyelesaian cerita diserahkan kepada penn=onton untuk mengambil kesimpulannya.

Poskan Komentar

 
Back To Top